Tips Memilih Penyedia Layanan Cloud Object Storage yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda

object-storage Nov 18, 2019

Jika kita bicara tentang teknologi Cloud Object Storage, tentu sudah tidak asing dengan pemain besar seperti Amazon S3, GCS (google cloud storage), Microsoft Azure, Alibaba OSS. tidak seperti Block Storage yang membagi data menjadi block data raw, object storage berisi data, metadata, dan identifier unik pada setiap filenya. tidak ada batasan pada jenis atau jumlah metadata pada object storage sehingga membuat object storage scalable.

Cloud Object Storage yang handal seperti AWS S3, GCS dan Azure memiliki harga yang masih mahal menurut kantong penulis. untuk 1GB biaya bulanan pada saat artikel ini ditulis rata-rata adalah 0.2$, jika penulis menyimpan file 1TB / 1000GB maka biaya yang dikeluarkan perbulan 200$. ini belum termasuk biaya untuk download serta bandwith, pemanggilan API dsb. dan untuk saat ini penulis hanya menggunakan sebatas untuk backup, jadi tidak perlu performa yang tinggi juga. sehingga penulis mencoba mencari alternative.

Tips Memilih Layanan Cloud Object Storage

Dalam memilih penyedia object storage gampang-gampang susah, ada banyak sekali perusahaan yang menyediakan layanan ini. jadi sesuaikan dengan kebutuhan saja, mau digunakan sebagai konten static website seperti video, gambar atau musik? atau sebagai backup? apakah harga tidak bermasalah? berikut parameter dan tipsnya :

  1. Jika akan digunakan sebagai konten static website, maka sangat diperlukan lokasi server dari object storage dan website sama atau berdekatan, terlebih jika target pengunjungnya juga kebanyakan dari lokasi tersebut, jika anda hosting website di indonesia, bisa cari layanan di indonesia atau terdekat seperti disingapore.
  2. Jika akan digunakan sebagai backup ganda file-file backup dari server anda, dan proses backup dilakukan di server, tidak begitu menjadi masalah lokasi server dan lokasi penyedia object storage, yang perlu diperhatikan adalah biaya untuk bandwith download & upload, biaya ingress and egress nya apakah gratis jika sama seperti AWS/GCS. lebih murah lebih bagus. karena untuk jenis backup, apalagi incremental, tentu file-file backup tidak bisa dibilang kecil, misal file website sudah 10Gb, dan kita melakukan backup rutin 1 minggu, jadi dalam 1 bulan sudah membuat file sebanyak 40Gb.
  3. Jika harga tidak masalah, penulis akan rekomendasikan AWS (amazon web service) S3/GCS (Google Cloud Storage) dan Microsoft Azure, satu pemain baru dan ada juga lokasi datacenter di Indonesia yaitu Alibaba OSS. silahkan lihat penawaran-penawaran mereka.
  4. jika harga adalah pertimbangan penting. carilah yang biaya storage per Gb murah dan biaya download murah/gratis. namun biasanya kelemahannya datacenternya tidak ada di indonesia. sehingga hanya cocok untuk backup saja.
  5. jika lokasi server penting untuk kecepatan akses, carilah lokasi datacenter penyedia object storage yang sama dengan server aplikasi website kita. jika di indonesia ada beberapa pemain lokal yang menyediakan cloud object storage. ada juga pemain besar sudah masuk di datacenter Indonesia.

Review Layanan Cloud Storage

Saya hanya mencoba sebagian layanan cloud storage, untuk reviewnya akan saya kumpulkan disini, jika ada layanan baru yang sudah saya coba, nanti akan diupdate lagi. berikut list-listnya :

A. GCS (Google Cloud Storage) dari GCP (Google Cloud Platform)

untuk layanan GCS dari google ini memang sangat handal dan cepat sekali, penulis pernah mencoba pada saat ada gratis trial dari google dengan credit 300$ ke akun penulis, penulis coba layanan GCS untuk object storage, layanan Compute untuk VPSnya, memang sangat handal sekali. sesuai antara kualitas dan harga. terlebih tampilan untuk memanajemen cloud anda sangat user friendly. GCP memang layanan IAAS (Infratructure as a service) yang penulis rekomendasikan. tetapi saat credit habis, tidak penulis perpanjang dulu. karena masih terbilang mahal.

B. AWS (Amazon Web Service) S3

Bagi yang sudah lama berkecimpung dalam dunia perserver-an, tentu sudah tidak asing lagi dengan AWS, saat ini AWS adalah penyedia terbesar pertama, layanan mereka super lengkap. hampir semua review yang penulis baca positif tentang AWS. siapa sangka situs yang awalnya hanya fokus pada penjualan buku saja menjadi raja dalam dunia server. penulis juga hanya mencoba AWS free tier, setelah itu tidak penulis gunakan lagi. bagi penulis, karena terlalu banyak sekali fitur, perlu sedikit usaha untuk memahami tata letak dan sebagainya, tampilannya juga tidak semodern GCP, tapi AWS menguasai lebih dari separo layanan/bisnis cloud didunia. AWS-S3 Api sudah hampir didukung diberbagai layanan.

C. Microsoft Azure

Penulis belum pernah mencoba layanan Object Storage dari Microsoft Azure, namun kebanyakan pengguna layanan cloud mengatakan bahwa Microsoft Azure tidak jauh berbeda dengan AWS dan GCP, jadi sesuaikan saja, jika server anda menggunakan platform berbasis windows, maka Object Storage dari Microsoft Azure merupakan pilihan yang tepat.

D. Alibaba Cloud

Alibaba Cloud sama dengan Amazon, perusahaan asal china. penulis belum pernah mencoba Alibaba CLoud di alibabacloud.com, jika dilihat dari websitenya, fiturnya sama dengan AWS, dengan tampilan yang lebih modern, jika anda sudah terbiasa dengan AWS, migrasi ke Alibaba tidaklah sulit. Alibaba merupakan pendatang baru dalam dunia Cloud dibandingkan kompetitornya, namun mereka sangat cepat berkembang dan menjadi besar. Alibaba melakukan investasi besar di Tokopedia, sehingga saat ini, tokopedia menggunakan server dari alibaba. dan alibaba mendukung Indonesia's Second Availability Zone sebelum GCP dan AWS. menarik bukan? jika anda menginginkan lokasi di Indonesia dengan Kualitas dunia. alibaba sangat cocok.

E. Backblaze B2

Backblaze adalah layanan khusus untuk Storage, Backblaze B2 merupakan object storage yang handal. mereka juga mempunyai API seperti API AWS-S3, dengan nama B2. saat artikel ini ditulis, mereka sudah menyimpan lebih dari 600 Petabyte. dan terus bertambah. saat ini penulis menggunakan layanan dari object storage Backblaze B2 ini untuk backup semua file backup dari website dan database di server-server yang penulis pakai. alasannya adalah harganya yang murah, berikut perbedaanya :

Harga Object Storage
backblaze komparasi harga

penulis menggunakan sekitar 300Gb, sehingga biaya yang saya keluarkan perbulan 1.5$ saja, jauh lebih murah jika dibandingkan dengan yang lain, jika ada keperluan untuk download dan pemanggilan api yang banyak, penulis kadang membayar 2$-5$perbulan. tergantung penggunaan. untuk backup data saja, penulis sarankan menggunakan backblaze jika harga merupakan salah satu faktornya. anda bisa menggunakan object storage dengan RClone yang sudah penulis bahas. jika anda sudah terlanjur menggunakan AWS-S3 Api, anda bisa menggunakan Minio Gateway B2 sebagai penghubungnya (penulis juga menggunakan minio untuk gateway API B2 ke AWS-S3). kelemahannya adalah backblaze hanya tersedia di datacenter USA sehingga hanya cocok untuk backup data.

F. Wasabi Hot Storage

Wasabi dan Backblaze sama-sama fokus pada storage, wasabi baru penulis dengar setelah lama menggunakan Backblaze B2, namun wasabi hadir menutupi kekurangan dari Backblaze, kedepannya penulis mungkin akan migrasi ke Wasabi, namun karena pemain baru, penulis masih menunggu saat yang tepat untuk pindah. karena harga yang ditawarkan wasabi dengan backblaze mirip saja, perbedaanya wasabi hadir dengan tidak ada biaya pemanggilan API maupun biaya Download atau Bandwith, semua gratis, kita hanya perlu bayar biaya storage saja. namun tidak seperti backblaze yang pleksible, wasabi menggunkan aturan minimum storage adalah 1Tb, jadi walaupun file anda cuma 100Gb tetap bayar 1Tb, kelebihannya setelah 1Tb adalah 0.0049$/1 Gb. hampir sama dengan backblaze. saran penulis jika file anda sudah lebih dari 1Tb, maka wasabi lebih baik dari backblaze, jika seperti penulis baru 300Gb, maka penulis masih menggunakan backblaze hanya bayar kisaran 1.5$. detail harga wasabi jika menggunakan 500Tb

Harga Wasabi Hot Storage
wasabi komparasi harga

Model bisnis wasabi terbilang unik dan merupakan pelopor untuk Free Unlimited Egress pertama, orang dibelakangnya juga bukan pemain baru, sudah berkecimpung lama dalam dunia storage yaitu layanan Carbonite, mereka mengklaim lebih cepat 6 kali dari AWS. sama seperti backblaze, wasabi baru ada di datacenter USA, dan kedua di Eropa. sehingga hanya cocok untuk backup data.

G. Object Storage Neo Cloud (Neo.id)

Sebelum tokopedia mendapatkan sponsor dari alibaba, penulis masih ingat bahwa tokopedia dihost masih dalam satu perusahaan yang membuat Neo Cloud, jadi menurut saya Object Storage di neo.id ini sudah terbukti kehandalannya. dan dari beberapa pencarian, neo.id merupakan salah satu yang menurut penulis meyakinkan dan lebih murah dibandingkan kompetitor lokal lainnya. 1Gb dihargai 1.500/bulan, memang mahal dari yang luar negeri, namun ini sangat cocok jika anda menargetkan pengguna Indonesia. ada beberapa lagi yang penulis tahu, seperti cloudmatika, zettagrid, cloudkilat dan lainnya.

H. Object Storage Luar Lainnya

Sebenarnya ada banyak lagi, mungkin nanti akan saya coba bahas jika sudah mencoba, layanan lain yang menurut penulis oke adalah object storage dari DigitalOcean, namun kelemahannya harganya adalah per bucket(istilah dalam object storage). namun jika anda menggunakan server dari DigitalOcean, akan sangat cocok jika juga menggunakan Object Storage dari sini. ada lagi seperti Dediserve, OVH, IBM, HP, dkk.

M. Najamudin Ridha

Penikmat coffe cappucino ice, apalagi tanpa gula. Menyukai teknologi open source, terutama yang berbasis web dan mobile, senang mencoba hal - hal seperti linux, sysadmin, database dan programming