Tutorial CSS Untuk Pemula - Belajar Warna Dalam CSS (bagian - kedua)

Dec 31, 2019

Pada tutorial sebelumnya kita telah membahas tentang Belajar Warna Dalam CSS, dan kita telah membahasan tentang dua macam nilai warna yang bisa digunakan sebagai nilai atau value pada property warna pada kode CSS.

Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang empat macam nilai warna lainnya yang juga bisa digunakan sebagai nilai atau value pada kode CSS. Apa saja keempat macam nilai warna tersebut? Mari kta simak pembahasannya berikut ini.

Sebelum kita mulai, pastikan teks editor dan browser anda bisa berfungsi dengan baik, dan pastikan juga folder belajar_warna_css yang kita buat pada tutorial sebelumnya masih melekat dengan baik didesktop anda, karena folder tersebut akan kembali kita gunakan untuk menyimpan file yang akan kita buat nanti, in sya aLLAH.

folder belajar_warna_css
folder belajar_warna_css yang dibuat pada tutorial sebelumnya

MACAM-MACAM NILAI WARNA YANG BISA DIGUNAKAN DALAM KODE CSS (bagian kedua)

3. Nilai HEX (HEXADECIMAL)

Nilai dari kode warna HEXADECIMAL atau yang biasa disebut kode HEX ini bisa dijadikan sebagai salah satu nilai dari property warna pada CSS. Pada dasarnya, pewarnaan dengan menggunakan kode HEX ini sama seperti pewarnaan dengan kode RGB, yaitu menjadikan warna Red, Green dan Blue sebagai warna acuan dasar, dan sebagaimana pada kode RGB, kode HEX juga menjadikan warna hitam sebagai hasil dari perpaduan nilai terendah dan warna putih sebagai hasil dari perpaduan nilai tertinggi.

Perbedaan dari penggunaan model warna RGB dan HEX terletak pada cara penulisannya dan juga nilai yang digunakan. Jika pada RGB kita memulai kodenya dengan huruf rgb kemudian meletakkan nilainya didalam tanda kurung ( rgb(red value, green value, blue value) ), maka pada HEX kode ditulis dengan diawali tanda pagar yang kemudian diikuti dengan dua nilai Red, dua nilai Green, dan dua nilai Blue, atau jika dirumuskan menjadi seperti ini :

#redredgreengreennblueblue

atau

#rrggbb

Kode HEX menggunakan angka 0 hingga 9 dan juga huruf a sampai f sebagai nilai, dengan nilai terendahnya adalah 0 dan nilai tertingginya adalah f. Hal ini tentu juga merupakan perbedaan dengan kode RGB yang menggunakan kisaran angka 0 hingga 255 dengan 0 sebagai nilai terendah dan 255 sebagai nilai tertinggi.

Agar lebih mudah untuk memahami penggunaan kode HEX ini, mari kita praktekkan langsung dengan membuat kode css dengan metode internal dan menerapkannya langsung pada kode HTML. Silahkan buka teks editor anda (buat file baru) dan ketikkan atau copy-paste kode dibawah ini :

<html>
<head>
<title>Mengatur warna dengan nilai Hex</title>
</head>
<body>
<style>

td {
    font-size : 30px;
    text-align : center;
    color : #000000;
    font-weight : bold;
}

.merah {
    background-color : #ff0000;
}
.hijau {
    background-color : #00ff00;
}
.biru {
    background-color : #0000ff;
}
.kuning {
    background-color : #ffff00;
}
.ungu {
    background-color : #ff00ff;
}

</style>

</head>
<body>
<table border="0" cellpadding="80px" align="center">
    <tr>
        <td class="merah"> Merah </td>
        <td class="kuning"> kuning </td>
        <td class="hijau"> hijau </td>
        <td class="biru"> biru </td>
        <td class="ungu"> ungu </td>
    </tr>
</table>    
</body>
</html>

kemudian simpan didalam folder belajar_warna_css dengan nama css_hex_color.html, lalu jalankan di browser, maka kira-kira hasilnya seperti ini :

hasil penerapan kode Hex pada css
hasil penerapan kode Hex pada css

3. Nilai RGBA

Jika pada tutorial sebelumnya kita telah mempelajari kode RGB maka sekarang kita akan mempelajari kode RGBA. Sebagaimana kode HEX, kode RGBA juga sama dengan kode RGB, yang membedakan hanyalah tambahan A pada kode tersebut yang mana A memiliki arti Alpha. Alpha ini berfungsi untuk mengatur transapansi warna suatu obyek.

Tidak seperti Red, Green dan Blue yang memiliki kisaran nilai dari 0 hingga 255, Alpha hanya memiliki kisaran nilai 0.0 hingga 1.0 yang mana nilai 0.0 adalah nilai terendahnya dan itu berarti warnanya akan dibuat sangat transaparan atau dengan kata lain obyek yang memiliki warna tersebut akan dibuat tidak terlihat, sedangkan nilai 1.0 merupakan nilai tertingginya yang itu berarti warna tidak dibuat transparan sama sekali atau dengan kata lain warna dibiarkan tetap seperti apa adanya.

Rumus penulisan kodenya adalah sebagai berikut :

rgba(red value, green value, blue value, alpha value)

Agar tidak penasaran dengan kode RGBA yang bisa membuat warna menjadi transparan ini, mari kita coba membuat kodenya. Langsung saja ketikkan atau copy-paste kode dibawah ini kedalam teks editor anda (buat file baru):

<html>
<head>
<title>Mengatur warna dengan nilai RGBA</title>
</head>
<body>
<style>

* {
    font-size : 30px;
    text-align : center;
    font-weight : bold;
}

.merah_satu {
    color : rgba(255,0,0,1.0);
}
.merah_dua {
    color : rgba(255,0,0,0.8);
}
.merah_tiga {
    color : rgba(255,0,0,0.5);
}
.merah_empat {
    color : rgba(255,0,0,0.1);
}
.merah_lima {
    color : rgba(255,0,0,0.0);
}

</style>

</head>
<body>
<h1 class="merah_satu">INI ADALAH CONTOH PENGGUNAAN WARNA RGBA PADA TEKS DENGAN NILAI ALPHA 1.0</h1>
<h1 class="merah_dua">INI ADALAH CONTOH PENGGUNAAN WARNA RGBA PADA TEKS DENGAN NILAI ALPHA 0.8</h1>
<h1 class="merah_tiga">INI ADALAH CONTOH PENGGUNAAN WARNA RGBA PADA TEKS DENGAN NILAI ALPHA 0.5</h1>
<h1 class="merah_empat">INI ADALAH CONTOH PENGGUNAAN WARNA RGBA PADA TEKS DENGAN NILAI ALPHA 0.1</h1>
<h1 class="merah_lima">INI ADALAH CONTOH PENGGUNAAN WARNA RGBA PADA TEKS DENGAN NILAI ALPHA 0.0</h1>

</body>
</html>

Kemudian simpan dengan nama css_rgba_color.html didalam folder belajar_warna_css, lalu jalankana dibrower anda, maka hasilnya kira-kira seperti ini :

hasil penerapan kode RGBA pada css
hasil penerapan kode RGBA pada css

Coba anda perhatikan baik-baik hasil yang kita dapatkan. Disana hanya tampil 4 buah kalimat, padahal pada kode diatas kita menuliskan lima buah kalimat dengan kadar tranparan yang berbeda-beda berdasarkan class selector yang telah kita buat, lalu kemana perginya kalimat "INI ADALAH CONTOH PENGGUNAAN WARNA RGBA PADA TEKS DENGAN NILAI ALPHA 0.0"?

Kalimat tersebut tidak pergi kemana-mana, akan tetapi karena kadar transparannya sudah kita atur maksimal yaitu 0.0 maka kalimat tersebut menjadi "tidak terlihat"  atau dengan kata lain menjadi "transparan". Untuk dapat menemukan tulisan tersebut cobalah anda buka kembali file css_rgba_color.html dengan browser anda, kemudian block semua tulisan yang ada dihalaman tersebut dengan menekan tombol ctrl + A, maka in sya aLLAH anda akan menemukan tulisan "INI ADALAH CONTOH PENGGUNAAN WARNA RGBA PADA TEKS DENGAN NILAI ALPHA 0.0" dibagian paling bawah seperti gambar dibawah ini :

menemukan tulisan transparan pada hasil penerapan kode RGBA
menemukan tulisan transparan pada hasil penerapan kode RGBA

4. Nilai HSL

HSL yang merupakan singkatan dari Hue, Saturation dan Lightness adalah sebuah model pewarnaan yang berbentuk lingkaran atau seperti roda. Dikatakan seperti roda karena pemilihan warna pada kode ini adalah berdasarkan derajat perputaran pada sebuah lingkaran.

Penggunaan kode HSL ini sangat berbeda dengan kode RGB, RGBA atau pun HEX, karena kode HSL ini tidak menggunakan perpaduan warna sebagaimana kode-kode warna yang telah kita bahas sebelumnya.

HSL menggunakan pewarnaan dengan sistem Roda Warna atau yang biasa disebut Color Wheel, dan sebagaimana kita ketahui bahwa roda memiliki bentuk berupa lingkaran dan sebuah lingkaran memiliki sudut perputaran sempurna sebesar 360 derajat, maka dari itu nilai yang digunakan untuk membuat warna pada kode HSL ini pun berkisar dari angka 0 hingga 360 berdasarkan sudut lingkaran tersebut.

Roda Warna HSL | sumber: http://bucarotechelp.com/design/csseasy/images/hsl_color_wheel.jpg

Agar lebih jelas, kita akan coba membuat contoh penggunaan kode HSL pada CSS. Tapi sebelumnya penting untuk kita pahami terlebih tentang apa itu Hue, Saturation dan Lightness, agar kita semakin paham dan semakin mudah menggunakan kode HSL ini, in sya aLLAH.

gambaran model pewarnaan HSL | https://www.indezine.com/products/powerpoint/learn/color/color-hsl.html
  • Hue merupakan bagian yang menjadi tempat untuk kita meletakkan nilai warna yang ingin kita gunakan, baik itu warna merah, kuning, hijau, biru atau yang lainnya. Nilai yang bisa digunakan pada bagian Hue ini berkisar antara 0 sampai 360 berdasarkan sudut lingkaran sebagaimana yang telah disinggung diatas.

Nilai 0 dan 360 pada Hue akan menghasilkan warna merah, karena perputaran 360 derajat pada lingkaran merupakan satu perputaran sempurna yang itu berarti kembali ke titik awal yaitu 0.

  • Saturation merupakan bagian yang menjadi tempat untuk kita mengatur kadar kepekatan atau kejernihan warna yang telah kita pilih. Dengan Saturation ini kita bisa membuat atau mengatur warna yang kita pilih apakah menjadi pekat warnanya ataukah pudar.

Nilai yang bisa digunakan pada Saturation ini berkisar antara 0% sampai 100%, dimana nilai 0% menujukkan kadar kepekatan atau kejernihan warna yang paling rendah atau dengan kata lain, dengan memberikan nilai 0% pada Saturation berarti kita ingin agar warna yang kita pilih menjadi sangat pudar sehingga menyebabkan warna asli yang kita pilih akan berubah menjadi warna abu-abu, karena warna abu-abu merupakan warna yang dijadikan dasar pada pengaturan Saturation sebagai hasil dari nilai terendah.

Adapun nilai 100% maka menunjukkan kadar kepekatan atau kejernihan warna yang tinggi yang itu berarti kita tidak ingin warna yang kita pilih menjadi pudar sedikitpun sehingga warna akan ditampilkan adalah warna yang jernih dan sesuai aslinya.

  • Lightness merupakan bagian yang menjadi tempat untuk kita mengatur tingkat kecerahan warna yang kita pilih. Dengan Lightness kita bisa membuat warna yang kita pilih menjadi terang ataupun gelap. Nilai yang bisa digunakan pada bagian Lightness ini sama seperti Nilai pada Saturation yaitu 0% sampai 100%.

Nilai terendah dari Lightness bisa menjadikan warna apapun yang kita pilih berubah menjadi hitam, sedangkan nilai tertinggi dari Lightness ini akan membuat warna apapun yang kita pilih berubah menjadi putih, dan jika kita ingin mendapatkan warna asalnya maka kita perlu mengatur nilai Lightness ini menjadi 50%, karena 50% berarti pertengahan, tidak ada tambahan ataupun pengurangan kecerahan terhadap warna yang kita pilih.

Adapun cara penulisan atau rumus kode HSL adalah sebagai berikut :

hsl(Hue, Saturation, Lightness)

atau agar lebih memudahkan, anda bisa memahami rumusnya seperti ini :

hsl(Warna, Kepekatan, Kecerahan)

Nah, setelah kita memahami penjelasan kode HSL diatas dan juga telah mengetahui cara penulisan kode HSL maka sekarang saatnya bagi kita untuk mencoba menuliskan kode HSL tersebut kedalam CSS untuk kemudian diterapkan pada file HTML. Silahkan buka teks editor anda (buat file baru) kemudian ketikkan atau copy-paste kode dibawah ini :

<html>
<head>
<title>Mengatur warna dengan nilai HSL</title>
</head>
<body bgcolor="black">
<style>
* {
    color: #1f3559;
    font-size : 30px;
    text-align : center;
    font-weight : bold;
}

h1 {
    font-size : 50px;
}


.hue_a {
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}
.hue_b {
    background-color : hsl(60,100%,50%);
}
.hue_c {
    background-color : hsl(120,100%,50%);
}
.hue_d {
    background-color : hsl(240,100%,50%);
}
.hue_e {
    background-color : hsl(300,100%,50%);
}


.sat_a {
    color : hsl(0,100%,50%);
}
.sat_b {
    color : hsl(0,70%,50%);
}
.sat_c {
    color : hsl(0,40%,50%);
}
.sat_d {
    color : hsl(0,10%,50%);
}
.sat_e {
    color : hsl(0,0%,50%);
}



.lig_a {
    color : hsl(120,100%,100%);
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}
.lig_b {
    color : hsl(120,100%,70%);
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}
.lig_c {
    color : hsl(120,100%,50%);
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}
.lig_d {
    color : hsl(120,100%,20%);
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}
.lig_e {
    color : hsl(120,100%,0%);
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}

</style>

</head>
<body>
<table border="0" cellpadding="80px" align="center">
    <tr>
        <td colspan="6"> <h1>HASIL PENERAPAN HUE</h1> </td>
    </tr>
    <tr>
        <td class="hue_a"> Hue 0 </td>
        <td class="hue_b"> Hue 60 </td>
        <td class="hue_c"> Hue 120 </td>
        <td class="hue_d"> Hue 240 </td>
        <td class="hue_e"> Hue 300 </td>
    </tr>
</table>    
<br>
<h1 class="sat_a">INI ADALAH HASIL PENERAPAN SATURATION 100%</h1>
<h1 class="sat_b">INI ADALAH HASIL PENERAPAN SATURATION 70%</h1>
<h1 class="sat_c">INI ADALAH HASIL PENERAPAN SATURATION 40%</h1>
<h1 class="sat_d">INI ADALAH HASIL PENERAPAN SATURATION 10%</h1>
<h1 class="sat_e">INI ADALAH HASIL PENERAPAN SATURATION 0%</h1>
<br>
<h1 class="lig_a">INI ADALAH HASIL PENERAPAN LIGHTNESS 100%</h1>
<h1 class="lig_b">INI ADALAH HASIL PENERAPAN LIGHTNESS 70%</h1>
<h1 class="lig_c">INI ADALAH HASIL PENERAPAN LIGHTNESS 50%</h1>
<h1 class="lig_d">INI ADALAH HASIL PENERAPAN LIGHTNESS 20%</h1>
<h1 class="lig_e">INI ADALAH HASIL PENERAPAN LIGHTNESS 0%</h1>

</body>
</html>

Penjelasan kode :

.hue_a {
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}
.hue_b {
    background-color : hsl(60,100%,50%);
}
.hue_c {
    background-color : hsl(120,100%,50%);
}
.hue_d {
    background-color : hsl(240,100%,50%);
}
.hue_e {
    background-color : hsl(300,100%,50%);
}

Pada kode diatas kita mencoba untuk mengubah nilai Hue pada masng-masing class selector yang ada, yaitu nilai terdepan atau yang paling kiri. Dengan kode ini in sya aLLAH kita akan membuat beberapa macam warna yang berbeda-beda.

Pada kode diatas kita hanya fokus mengubah nilai Hue atau nilai warna saja. Adapun nilai Saturation dan Lightness kita tetapkan agar menampilkan warna asli tanpa perubahan apapun.

Selanjutnya kode :

.sat_a {
    color : hsl(0,100%,50%);
}
.sat_b {
    color : hsl(0,70%,50%);
}
.sat_c {
    color : hsl(0,40%,50%);
}
.sat_d {
    color : hsl(0,10%,50%);
}
.sat_e {
    color : hsl(0,0%,50%);
}

Pada kode diatas nilai Hue dan Lightness kita buat tetap, karena pada kode diatas kita sedang mencoba untuk melihat hasil dari perubahan nilai pada Saturation di masng-masing class selector yang ada, yaitu nilai yang terdapat pada bagian tengah kode.

Dengan kode ini in sya aLLAH kita akan membuat beberapa macam perubahan pada warna yang sudah kita pilih, yaitu perubahan kadar kepekatan atau kejernihan warna yang in sya aLLAH akan kita lihat nanti hasilnya.

Pada kode diatas saya menggunakan nilai 0 pada bagian Hue atau Warna yang berarti kita akan menggunakan warna merah sebagai contoh.

Kode CSS yang terakhir :

.lig_a {
    color : hsl(120,100%,100%);
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}
.lig_b {
    color : hsl(120,100%,70%);
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}
.lig_c {
    color : hsl(120,100%,50%);
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}
.lig_d {
    color : hsl(120,100%,20%);
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}
.lig_e {
    color : hsl(120,100%,0%);
    background-color : hsl(0,100%,50%);
}

Ini adalah penerapan kode HSL yang terakhir, yaitu pada bagian Lightness, nilai yang terdapat pada bagian akhir atau yang paling kanan pada property color. Dimulai dari tingkat kecerahan yang paling tinggi hingga yang paling rendah, sedangkan warna aslinya adalah yang tengah. Pada kode ini kita buat Nilai Hue dan Saturationnya tetap agar hasil perubahan dari Lightness bisa terlihat jelas.

Setelah membuat kode css diatas, selanjutnya kita terapkan pada kode HTML dibawah ini :

<table border="0" cellpadding="80px" align="center">
    <tr>
        <td colspan="6"> <h1>HASIL PENERAPAN HUE</h1> </td>
    </tr>
    <tr>
        <td class="hue_a"> Hue 0 </td>
        <td class="hue_b"> Hue 60 </td>
        <td class="hue_c"> Hue 120 </td>
        <td class="hue_d"> Hue 240 </td>
        <td class="hue_e"> Hue 300 </td>
    </tr>
</table>    
<br>
<h1 class="sat_a">INI ADALAH HASIL PENERAPAN SATURATION 100%</h1>
<h1 class="sat_b">INI ADALAH HASIL PENERAPAN SATURATION 70%</h1>
<h1 class="sat_c">INI ADALAH HASIL PENERAPAN SATURATION 40%</h1>
<h1 class="sat_d">INI ADALAH HASIL PENERAPAN SATURATION 10%</h1>
<h1 class="sat_e">INI ADALAH HASIL PENERAPAN SATURATION 0%</h1>
<br>
<h1 class="lig_a">INI ADALAH HASIL PENERAPAN LIGHTNESS 100%</h1>
<h1 class="lig_b">INI ADALAH HASIL PENERAPAN LIGHTNESS 70%</h1>
<h1 class="lig_c">INI ADALAH HASIL PENERAPAN LIGHTNESS 50%</h1>
<h1 class="lig_d">INI ADALAH HASIL PENERAPAN LIGHTNESS 20%</h1>
<h1 class="lig_e">INI ADALAH HASIL PENERAPAN LIGHTNESS 0%</h1>

Kita tuliskan masing-masing class pada masing-masing Tag atau Element HTML yang akan kita jadikan bahan percobaan untuk menerapkan kode HSL tersebut.

Sekarang, silahkan simpan kode yang telah anda ketik atau copy-paste tadi didalam folder belajar_warna_css dengan nama css_hsl_color.html lalu jalankan pada browser anda, maka hasilnya kira-kira seperti ini :

4. Nilai HSLA

Sebelumnya kita telah membahas kode RGB dan RGBA dimana perbedaan kedua kode tersebut terletak pada tambahan nilai Alpha pada kode RGBA, maka begitu juga dengan kode HSLA ini yang mana kode HSLA ini sama seperti kode HSL akan tetapi yang membedakannya hanyalah tambahan nilai Alpha pada kode HSLA.

Karena kita telah membahas tentang kode HSL dan kita juga sudah membahas tentang apa itu nilai Alpha pada penjelasan kode RGBA diatas, maka kita langsung saja mempraktekkan kode HSLA ini. cara penulisan kodenya adalah sebagai berikut :

hsla(Hue, Saturation, Lightness, Alpha)

Sekarang, silahkan buka teks editor anda (buat file baru) dan ketikkan atau copy-paste kode dibawah ini :

<html>
<head>
<title>Mengatur warna dengan nilai HSL</title>
</head>
<body>
<style>
* {
    font-size : 50px;
    text-align : center;
    font-weight : bold;
}

.hsla_a {
    color : hsla(120,100%,50%,1.0);
}
.hsla_b {
    color : hsla(120,100%,50%,0.7);
}
.hsla_c {
    color : hsla(120,100%,50%,0.4);
}
.hsla_d {
    color : hsla(120,100%,50%,0.2);
}
.hsla_e {
    color : hsla(120,100%,50%,0.0);
}

</style>

</head>
<body>

<h1 class="hsla_a">INI ADALAH HASIL PENERAPAN KODE HSLA 1.0</h1>
<h1 class="hsla_b">INI ADALAH HASIL PENERAPAN KODE HSLA 0.7</h1>
<h1 class="hsla_c">INI ADALAH HASIL PENERAPAN KODE HSLA 0.4</h1>
<h1 class="hsla_d">INI ADALAH HASIL PENERAPAN KODE HSLA 0.2</h1>
<h1 class="hsla_e">INI ADALAH HASIL PENERAPAN KODE HSLA 0.0</h1>

</body>
</html>

Kemudian simpan dengan nama css_hsla_color.html didalam folder belajar_warna_css, lalu jalankan dibrowser anda, maka hasilnya kira-kira seperti ini :

hasil penerapan kode HSLA
hasil penerapan kode HSLA

Sebagaimana pada kode RGBA, tulisan "INI ADALAH HASIL PENERAPAN KODE HSLA 0.0" tidak terlihat karena nilai Alphanya sudah kita atur 0.0 atau dengan kata lain sudah kita atur full transaparan. Anda bisa menemukannya dengan menekan tombol ctrl + A pada keyboard anda pada halaman tersebut, seperti ini :

menemukan tulisan transparan pada hasil penerapan kode HSLA
menemukan tulisan transparan pada hasil penerapan kode HSLA

Itulah penjelasan tentang macam-macam nilai warna yang bisa digunakan pada kode CSS.

Dari semua nilai warna yang telah kita bahas, saya membuat sebuah table perbandingan dari 4 macam warna, yaitu Nama Warna, Hex, RGB dan HSL, berikut hasilnya :

perbandingan empat macam nilai warna

Ternyata semuanya menghasilkan warna yang sama, kecuali satu warna yaitu nama warna "green", sehingga saya ganti dengan nama warna yang menghasilkan warna sama yaitu "lime".

Nah, Bagaimana penjelasan diatas? Sangat jelas dan sangat mudah untuk dipahami bukan?

Setelah anda mengetahui macam-macam kode warna pada CSS, kira-kira kode warna yang mana yang paling anda suka?
Apakah Nama Warna? Hex? RGB? RGBA? HSL? atau HSLA?
kalau saya pribadi lebih suka dengan Nama Warna karena menurut saya itu yang paling mudah untuk digunakan. Namun pada kesempatan lain saya juga menggunakan kode-kode warna yang lain kebutuhan saya.

Semakin seru yah belajar CSSnya? Lalu apa yang akan kita pelajari selanjutnya?
Pada tutorial selanjutnya In sya aLLAH kita akan membahas mulai membahas satu persatu property pada CSS dan nilai yang isa digunakan padanya

Sebagai pembukaan saya akan mulai dengan pembahasan tentang Property Color Pada CSS.

Penasaran? langsung saja klik disini untuk membaca tutorialnya.

Semoga bermanfaat.

ibnulhusainan

Saya sangat suka belajar berbagai macam bahasa pemrograman.