Tutorial Javascript 5 - Operator JavaScript

javascript Dec 30, 2019

Tutorial JavaScript - Operator digunakan untuk memproses data yang sudah diinput kedalam javascript. Berbagai tipe data yang telah dibahas pada tutrial javascript sebelumnya memiliki operator kusus, sesuai dengan cari kas masing-masing.

Tipe data number biasanya digunakan bersamaan dengan operator aritmatika. Tipe data string biasanya digunakan dengan operator string concatenation (penyambungan string). Pada pembahasan ini kita akan membahas tentang operator javascript yakni:

  1. Operator Aritmatika
  2. Operator Increment dan Decrement
  3. Operator Assignment
  4. Operator Perbandingan
  5. Operator Logika

Operator Aritmatika

Operator aritmatika adalah operator yang biasa kita gunakan untuk melakukan perhitungan dengan angka, yakni penambahan, pengurangan, perkalian dan perbandingan. Selain itu di dalam javascript juga terdapat operator modulus (sisa hasil bagi). Pada pembahsan sebelumnya kita juga telah sedikit membasahas tentang ini. Namun saya kembali menjelaskanya  disini secara lengkap.

Tabel berikut merangkum operator aritmatika di dalam javascript:

Operator Nama Operator Contoh
+ Penambahan a + b
- Pengurangan a - b
/ Pembagian a / b
* Perkalian a * b
% Sisa bagi hasil a % b
+ Positif +a
- Negatif -a

Berikut kode program penggunaan operator aritmatika di dalam javascript:

var foo;
  
foo = +10;
console.log(foo);  // 10

foo = -40;
console.log(foo);  // -40

foo = 5 + 10;
console.log(foo);  // 15

foo = 10 - 5;
console.log(foo);  // 5

foo = 5 * 2;
console.log(foo);  // 10

foo = 20 / 2;
console.log(foo);  // 10

foo = 30 % 7;
console.log(foo);  // 2
hasil dari operator aritmatika

Saya yakin anda bisa langsung paham cara penggunaan sebagian besar operator ini. Khusus untuk operator modulus % mungkin butuh sedikit penjelasan. Operator modulus digunakan untuk mencari sisa hasil bagi. Sebagai contoh 10 % 3 = 1, karena 3 * 3 = 9 (sisa 1). Contoh lain 30 % 7 = 2, karena 7 * 3 = 28 (sisa 2).

Meskipun terdengar asing, oprator modulus sering disingkat dengan mod cukup sering digunakan di dalam pemrograman, misalnya untuk membedakaan antara angka bulat dengan ganjil. Jika sebuah angka di modkan dengan 2 hasilnya 0, maka itu adalah angka bulat. Jika tidak nol, pasti itu ganjil.

Noted : Urutan 'kekuatan' operator juga pengaruh disini. Operator perkalian dan pembagian lebih kuat dari pada operator penambhan dan pengurangan.

Operator Increment dan Decrement

Operator increment adalah sebutan untuk penulisan seperti i++. Perintah ini digunakan untuk menaikan nilai variabel i sebanyak 1 angaka. Perintah i++ adalah penulisan singkat dari i = i + 1.

Sedangkat operator decrement adalah sebutan untuk penulisan seperti i--. Fungsinya untuk menurunkan nilai variabel i sebesar 1 angka. Perintah i-- merupakan penulisan singkat dari i = i - 1.

Posisi peletakan tanda ++ dan -- bisa diawal maupun dikhir variabel. seperti ++i maupun i++. Keduanya berfungsi sama tapi dengan cara eksekusi yang sedikit berbeda. Tabel berikut merangkum perbedaan ini:

Nama Contoh Hasil
pre-increment ++a tambah nilai a denga 1, lalu kirim nilai a
post-increment a++ kirim nila a, lalu tambah nilai a dengan 1
pre-decrement --a kurangi nilai a dengan 1, lalu kirim nilai a
post-decrement a-- kirim nilai a, lalu kurangi nilai a dengan 1

Operator Assignment

Dari contoh kode yang kita gunakan sebelumnya sebenarnya kita sudah menggunakan assignment operator. Operator ini digunakan untuk memberikan nilai pada variabel.

Pada dasarnya operator ini adalah tanda sama dengan =, di mana tanda ini digunakan untuk menginisialisasi nilai pada variabel. Variabel yang akan diberikan nilai ditempatkan pada sebelah kiri dan nilainya ditempatkan pada sebelah kanan (nilai dapat berupa variabel lain atau nilai primitif, array, atau objek). Di antara keduanya terdapat operator assignment.

x = y;

Contoh pada statement tersebut kita menginisialisasikan nilai y pada variabel x, sehingga nilai x sekarang memiliki nilai yang sama dengan y.

Ada beberapa assignment operator tambahan lain dalam menginisialisasikan nilai pada variabel, atau bisa kita sebut sebagai shortcut dalam menentukan nilai. Contohnya:

let x = 10;
let y = 5
x += y;
 
console.log(x) :  // 15

Pada contoh kode di atas bisa terdapat statement x += y; apa itu artinya? Assignment operator tersebut digunakan sebagai shortcut dari x = x + y. Cara ini juga dapat digunakan pada operator aritmatika lain seperti, perkalian, pengurangan, pembagian, dan lainnya.

let x = 10;
let y = 5
 
x += y; // artinya -> x = x + y;
console.log(x);

x -= y; // artinya -> x = x - y;
console.log(x);

x *= y; // artinya -> x = x * y;
console.log(x);

x /= y; // artinya -> x = x + y;
console.log(x);

x %= y; // artinya -> x = x % y;
console.log(x);
hasil dari operator assigment

Operator Perbandingan

Sekarang kita sudah mengetahui bagaimana cara menyimpan nilai pada sebuah variabel, array, ataupun objek. Nah, selanjutnya kita akan belajar mengenai operator komparasi sebagai logika dasar dalam membandingkan nilai pada JavaScript.

Terdapat serangkaian karakter khusus yang disebut dengan operator pembanding/komparasi yang dapat mengevaluasi dan membandingkan dua nilai. Berikut daftar operator dan fungsinya:

Operator Fungsi
== Membandingkan kedua nilai apakah sama. (Tidak Identik)
!= Membandingkan kedua nilai apakah tidak sama. (Tidak Identik)
=== Membandingkan kedua nilai apakah identik.
!== Membandingkan kedua nilai apakah tidak identik.
> Membandingkan dua nilai apakah nilai pertama lebih besar dari nilai kedua.
>= Membandingkan dua nilai apakah nilai pertama lebih besar atau sama dengan dari nilai kedua..
< Membandingkan dua nilai apakah nilai pertama lebih kecil dari nilai kedua.
<= Membandingkan dua nilai apakah nilai kedua lebih kecil dari atau sama dengan nilai kedua.

Ketika kita melakukan perbandingan antara dua nilai, JavaScript akan mengevaluasi kedua nilai tersebut dan akan mengembalikan boolean dengan nilai hasil perbandingan tersebut, baik false, atau true. Berikut contohnya:

let a = 10;
let b = 12;
 
console.log(a < b);  // true
console.log(a > b);  // false
Hasil dari operator perbandingan

Perbedaan antara “sama” dan “Identik”

Dalam operator komparasi di JavaScript, hal yang menjadi sedikit “tricky” adalah membedakan antara “sama” == dan “identik” ===.

Kita sudah mengetahui bahwa setiap nilai pasti memiliki tipe data baik itu number, string atau boolean. Contohnya sebuah string “10” dan number 10 merupakan hal yang serupa, tetapi keduanya tidak benar-benar sama.

Hal inilah yang membedakan antara sama dan identik pada JavaScript. Jika kita ingin membandingkan hanya dari kesamaan nilainya kita bisa gunakan == tapi jika kita ingin membandingkan dengan memperhatikan tipe datanya kita gunakan ===.

Operator Logika

Terdapat beberapa operator lain yang dapat kita gunakan untuk menetapkan logika yang lebih kompleks, yakni dengan logical operators. Dengan logical operator kita dapat menggunakan kombinasi dari dua nilai boolean atau bahkan lebih dalam menetapkan logika.

Pada JavaScript terdapat tiga buah karakter khusus yang berfungsi sebagai logical operator, berikut macam-macam logical operator dan fungsinya:

Operator Deskripsi
&& Operator dan (and), logika akan menghasilkan true apabila semua kondisi terpenuhi (bernilai true).
|| Operator atau (or), logika akan menghasilkan true apabila ada salah satu kondisi terpenuhi (bernilai true).
! Operator tidak (not), digunakan untuk membalikan suatu kondisi.

Berikut contoh penerapannya pada JavaScript:

let a = 10;
let b = 12;
 
/* AND operator */
console.log(a < 15 && b > 10); // (true && true) -> true
console.log(a > 15 && b > 10); // (false && true) -> false
 
/* OR operator */
console.log(a < 15 || b > 10); // (true || true) -> true
console.log(a > 15 || b > 10); // (false || true) -> true
 
/* NOT operator */
console.log(!(a < 15)); // !(true) -> false
console.log(!(a < 15 && b > 10)); // !(true && true) -> !(true) -> false
hasil dari operator logika

Mungkin sebagian dari kita bertanya, sebenarnya apa kegunaan dari nilai boolean selain hanya menampilkan nilai true dan false saja? Pada pembahasan tipe data sudah pernah disebutkan bahwa boolean merupakan salah satu kunci dari logika pemrograman, karena boolean dapat mengontrol aliran pada program.

Lantas bagaimana cara boolean mengontrol sebuah aliran program? Pada tutrial selanjutnya, kita akan membahas mengenai if/else statement yang dapat mengontrol flow pada program, tentunya pada penggunaan statement ini boolean sangat berperan.

Ahmad Sarian Syakir

Aku hanya seorang pemuda biasa, terbiasa sendiri dan berdansa dengan dunia tak asli. Aku bukan apa-apa bukan siapa-siapa dan Dunia tak pernah menganggapku ada Meski aku sudah memesan tempat diatasnya.